Monday, June 1, 2009

Refleksi

16 comments

sedikit cerminan tentang perjalananku. Kisah hidup yang telah aku lewati memberi pelajaran, seperti mengaca dalam pada air danau yang tenang kemudian ada setetes air yang memercik kedalamnya, memecah membentuk gelombang, menyebar kesetiap kelilingnya dan akhirnya menghilang.

Kebahagian dan kesedihan yang terjadi di perjalananku seperti mencari sisi dari sebuah lingkaran,benarkah lingkaran itu memiliki sisi yang jumlahnya banyak tak terhingga ataukah lingkaran itu hanya mempunyai satu sisi.

Saat di perjalannku juga kutemui,terkadang diri ini lepas kendali, menganggap kita ini adalah yang istimewa, yang menjadi tokoh utama dalam cerita kehidupan ini, padahal seharusnya kita sadar bahwa kita hanyalah titik kecil yang tak terlihat di alam semesta ini.

Comments
16 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to post feed
Ivana said...

renungan yang bagus

Rendy BlogHeboh "Blog Dofollow" said...

saya suka postingnya menarik baget..
blognya keren juga, Sukses selalu..
Salam kenal dari Blog Heboh, jangan lupa berkunjung balik yah dan berkomentar.. Ditunggu..

Blog saya yg lainnya:
Bikin Heboh (Download lagu-lagu Indonesia Terbaru)

Lala said...

Kita memang butuh beberapa menit untuk sesekali merenung. Sebuah perenungan yang dalam :)

Rusa Bawean™ said...

bagus juga filosofi mengaca di air danaunya
:)

antown said...

mari merenung setiap bangun dan mau tidur

Top 10 Google said...

Terima kasih, memang bener, kita itu perlu merenungkan itu semua, biar kita sadar siapa kita?

Mufti AM said...

Sebuah perjalanan tak selamanya mulus. Perjalanan hidup perlu kita renungkan setiap saat agar kita bisa melihat sisi baik dan buruk.

Ciput M said...

@Mufti: seperti jalan raya, yang tak selamanya mulus

edratna said...

Hidup ini memang dua sisi, kadang mendapat keberuntungan, kadang mendapat cobaan.
Semoga kita semua selalu ingat....

snepylone said...

hmm.. jd ikutan merenung jg nih..
tapi klo gw sering ngayal pas mo tidur.. & alhasil obsesi ini membuat gw makin menggila..

ndop said...

eh lingkarang itu kalau menurut matematika khan jumlah sisinya takhingga...

masDan said...

Dalam renungku, tiba tiba aku tersentak ... Eh, Ternyata Kamu Tho mas ..

Salam Kenal ..

cantigi said...

kuliah udh beres bro?

tuyi said...

Renungan untuk smua orang..

Ciput M said...

@cantigi : alhamdulillah sudah beres dan sekarang sudah megawe

sawali tuhusetya said...

refleksi yang mencerahkan, mas ciput. memang benar, sesungguhnya kita hanyalah makhluk yang dhaif. tak ada gunanya menganggap diri kita lebih daripada yang lain.

Silahkan memberi komentar :

SubscribeSubscribe via RSS

SubscribeArsip blog

SubscribeGoogle Connect

SubscribePopuler

SubscribeYang tak terlupakan

SubscribeHot Links