Friday, June 12, 2009

Kontemplasi I

9 comments

Aku hanya ingin berkontemplasi, di saat aku masih bisa merasakan hangat cahaya matahari di setiap pagi ku, cahaya itu seperti menembus tiap sisi kulitku, memberi aroma hangat dalam setiap aliran darahku. Hanya mengingatkan diriku bahwasanya roh ku masih menyatu dalam tubuhku.

aku berharap dan memohon selalu di perjalananku. Bahwa aku sadar terkadang mulut ini terlalu tajam untuk lukai orang lain, luka yang seharusnya tidak pernah tersayat tajam jika aku bisa menjaga mulut ini.

Jika dalam panggung sandiwara kehidupan ini aku menjalankan sebuah peran, aku telah mencoba memerankan dengan sepenuh jiwa, yaitu seseorang yang berjalan lurus di JalanNya, walaupun ku tahu bahwa bumi ini memiliki hamparan luas samudra hingga langit ke tujuh yang membelokkan jalanku. Layaknya jalan kebahagian yang semu, jalan yang seharusnya tidak kulewati.

Air itu terus mengalir dari sungai kecil yang melewati lembah tua itu, entah berapa lama menjadi saksi akan kekuatanNya, terlihat diselahnya ada rumput yang bergoyang karena tersentuh ringan oleh angin laut yang berhembus, waktu itu sore hari sehingga mataharipun pergi dan berganti bulan yang menemani.

Hidup ini layaknya sebuah alur cerita dalam suatu drama, kita sendiri sebagai tokoh utama. Tergantung peran seperti apa yang kita mainkan atau Peran yang IA berikan kepada kita. Kita harus senantiasa bersyukur.

Comments
9 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to post feed
cenya95 said...

Bersyukur sepanjang waktu karena kita telah memainkan peran sesuai kehendakNya agar dapat berbakti kepadaNya.
salam superhangat.

komuter said...

agar lancar kontemplasimu,
sarapanlah.....

ndop said...

kontemplasi adalah...

kok ndak ada ya kang??

wekekkee...

snepylone said...

wah rencana kehisupan ini susah di tebak, kita cm bisa menjalani sesuai dgn rencana yg telah ditentukan..

masDan said...

Dunia Ini, Panggung Sandiwara .... Ceritanya Mudah Berubah ...
* yah, Malah Nyanyi .....

hmcahyo said...

lama gak kemari :D

reallylife said...

Insya Allah dengan bersyukur, hidup ini terasa jauh lebih indah dan bisa dinikmati

Ciput M said...

@ Endop : ah nggak jadi ah!
@ hmc : saya juga jarang mampir kesana sekarang

dina said...

:kabur
ah ga jadi ah

Silahkan memberi komentar :

SubscribeSubscribe via RSS

SubscribeArsip blog

SubscribeGoogle Connect

SubscribePopuler

SubscribeYang tak terlupakan

SubscribeHot Links