Sunday, February 22, 2009

Serupa Tapi Tak Sama

17 comments

Serupa tapi tak sama alias mencontoh, kalau bahasa kerennya adalah mbacem. Mbacem bisa juga berarti meniru. Kebiasaan mbacem disebabkan seribu satu alasan. Yang jelas mbacem memiliki 2 sisi yang berlainan. Ada mbacem yang merugikan dan ada yang bermanfaat, bermanfaat apabila sesuatu yang kita tiru itu kita mengerti dan kita kembangkan dengan tujuan yang baik. Kebiasaan meniru ini biasanya dilakukan terhadap brandnew yang sudah terkenal kemudian dibuat tembakannya yang bertujuan mendapatkan perhatian. Ada banyak cara yang dilakukan peniru dalam usaha meniru yang dilakukan. Banyak model peniruan. Buka spoiler dibawah untuk melihat



Sandal Hike menirukan merek Nike

Zalbollae sebuah rokok yang menirukan merek rokok marlboro

Di Indonesia budaya menirupun tidak kalah ramainya. Entah seperti apa pendapat kita, namun budaya meniru rupanya sudah mengakar dan terus bertumbuh subur. Coba buka spoiler dibawah!



Tali pocong perawan dan Heirloom yang memiliki bentuk cover identik.

Bagaimana dengan film yang judul Hanya Untukmu ini.Bagimana juga dengan yang ini!

Apakah ini menunjukkan arti sebuah kreatifitas atau ini justru menunjukkan kebuntuan sebuah kreatifitas. Nah bagaimana menurut anda tentang kebiasaan meniru(mbacem)? Oya sebelum pamit nitip pesan dibawah ini ya!
Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.
diambil dari sini!

Comments
17 comments
Do you have any suggestions? Add your comment. Please don't spam!
Subscribe to post feed
Cengkunek said...

itu bukan niru
tapi aransemen ide
kreatif tu

Ely said...

mbacem kalo di daerahku sana biasanya digunakan saat org memasak tempe atau tahu ^_^

yang pertama itu niru habis ya

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 said...

sungguh memalukan (menurut saya) cuma bisa meniru kreatifitas orang. lantas apakah alur cerita film2 tersebut juga mirip *mengenaskan*

-eRos--

Masciput said...

Mbak Ely kalau itu namanya tempe bacem!

gerrilya said...

sebenarnya meniru bukan sebuah hal yang salah. apalagi kalau dalam proses belajar, memang meniru dulu biasanya. tapi kalau model di atas sih kacau balau...

kahfinyster said...

niru tuh ga kreatif,,ga bagus,,hhe,,

gus said...

mbacem itu di semarang sebutan untuk sejenis tempe yg dimasak agak manis.....hehehe...

Cebong Ipiet said...

terinspirasi boleh...cuman..kalo pwersis...?!

Mufti AM said...

Itu namanya sama tapi tak serupa mas. Kreatifnya kebablasan, bahkan musik lagu pun seringkali nadanya hampir sama dengan yang dari barat.

Diedien® said...

buka tutup kek jalan di puncak pas macet ..hehehe

Diedien® said...

kalo g niru bukan Indonesia namanya...
kalo g maling bukan malingsia namanya...
kalo g rakus bukan singapur namanya...

halah g nyambung heheh..

Chic said...

ya ampuuuun.. bener-bener ga kreatif!!! menyedihkan...

Fata Hanifa :) said...

hohoo~ itu kan uda jd tradisi indonesia bro ! penyakit yg ngebuat indonesia mengerikaaaaaaannn~ salam kenal ! :)

Fata Hanifa :) said...

mbacem = enak :p

ndop said...

sampaian kok kreatif menemukan hal hal di atas... hohoho..

sudah kebiasaan kali bos...

namanya aja negara kita.. hehehe...

grubik said...

Lha kok podo plek ngono...?

kahfinyster said...

pa kabar bang,,hhe,,

Silahkan memberi komentar :

SubscribeSubscribe via RSS

SubscribeArsip blog

SubscribeGoogle Connect

SubscribePopuler

SubscribeYang tak terlupakan

SubscribeHot Links